Minggu, 02 Januari 2011

My prayer has been answered

I asked for strength
And God gave me difficulties to make me strong
I asked for wisdom
And God gave me problems to learn to solve
I asked God for prosperity
And God gave me brain and brawn to work
……………………………………………….
(Azriela Jaffe’s ‘Create Your O wn Luck”)

Seharusnya masih 15 menit lagi kalender masehi ini berakhir, tapi ledakan2 petasan sudah mulai menggelegar. Sampai sekarang saya tidak tahu kesenangan apa yang didapat dari orang2 yg meledakkan petasan dan kembang api (yang ujung2nya meledak juga), padahal untuk tiap petasan (atau bom? Karena bunyinya lebih mirip C4 daripada petasan biasa) uang dikeluarkan lumayan besar. So stupid!
Sebetulnya memang saya tidak pernah merasa malam tahun baru adalah malam yang spesial, kalaupun saya kaya raya, ga akan mungkin saya mau menghabiskan uang sia-sia berpesta  dan “buka kamar” di hotel-hotel berbintang, ga akan pernah.
Sejak pukul 10 malam saya sudah memutuskan untuk tidur apalgi tidak ada acara teve yang bagus untuk ditonton, ditambah keadaan saya yang cukup lelah sepulang dari Citraland berburu diskon dihari terakhir untuk produk Eiger, karena sudah lama saya butuh tas traveling dan sandal baru. Terimakasih juga untuk Aling yang mau menemani saya mencari tas, sandal di eiger dan celana kerja baru  di matahari, masih dicitraland juga.
BB yang sudah tewas sejak maghrib lalu karena ga sempat di recharge sampai full kecuali sebentar saat makan siang di abuba dekat sabang, sepulang menemani Aling dari BI, akhirnya mengeluarkan suaranya.
Pukul 12 tepat masuk bbm dari princess, “happy new year mas, bla bla bla, thanks for loving me…and i love you so”, manja dan menggemaskan seperti biasa J
Diwaktu hampir bersamaan juga masuk sms dari Angel, “hepi nu year sugar, bla bla bla syukuri semua nikmat dan “nikmat” ditahun lalu, bla b la bla…I Love You So Much”
Semua nikmat? Nikmat apa ya? Lalu saya mulai meng-inventarisir hal2 apa saja yang bisa digolongkan sebagai nikmat ditahun 2010 lalu…
Malam itu saya sempat ngobrol dengan Vero, lalu dia mengingatkan tentang satu2nya note yang sempat saya post-kan di FB

Malam 1 Muharam aq berdoa,
Malam 1 januari aq pun berdoa lg, tetap dg doa yg sama,
Tp sampai sekarang belum Kau kabulkan.
Bahkan tanda2nyapun belum terlihat
Padahal doaku adalah doa untuk teman2ku juga
Karena aku memang tak ingin menjadi hamba yg egois
Kalau saja Kau kabulkan doaku
Kalau saja temanku tahu isi doaku,
Bisa jadi akan diciumnya tanganku
Jadi Tuhan...
Kapan atasanku akan diganti?

Saya paham maksud Vero, yang rupanya mengingatkan bahwa Tuhan zat yang maha kuasa itu sebenarnya telah mengabulkan doa saya. Tapi dengan caraNya sendiri sesuai janjiNya..
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha merubah sendiri nasibnya”
Dia telah mengabulkan doa yang saya panjatkan selama bertahun-tahun dengan memberi saya atasan baru, tapi bukan dengan cara memindahkan atasan saya yang lama seperti yang saya inginkan, tapi memberi saya atasan baru dengan cara saya pindah ketempat yang baru, itupun dengan cara yang sangat tidak mudah dan berliku.
Bertahun-tahun bekerja dalam lingkungan kerja penuh kedzoliman, membuat saya setiap saat meminta kepada Tuhan agar ada perubahan dalam hidupku dan seluruh teman. Tapi hanya 3-4 anak saja yang memperoleh kemudahan dan perubahan dalam hidup mereka. Ditempat kamilah mungkin Andri Wongso akan protes karena ditempat kami “Succes is NOT your right”
Saya tidak boleh menggambarkan unit kerja saya sebagai neraka, karena neraka bukan hanya tempatnya yang menyiksa tapi juga semua penghuni didalamnya. Teman-teman kerja saya adalah teman-teman yang baik, menyenangkan, bersahabat, kami bagai saudara. Hanya seorang atasan saja yang membuat unit kami menjadi tidak nyaman. Setiap ada gosip yang menyebutkan akan ada rotasi atasan, kami mengharap atasan kami juga termasuk yang akan dirotasi. Pernah sekali atasan kami tersebut dirotasi, tapi hanya setahun kami menikmati kesenangan dan kegembiraan dalam bekerja, manajemen memutuskan atasan kami tersebut kembali membawahi unit kami lagi.
Akhirnya kami berpikir, kalau mau ada perubahan dalam karir kami, masa depan kami, kamilah yang harus pindah. Memang benar ditmpat baru kami belum tentu akan berubah nasib, tapi setidaknya masih ada kesempatan.
Wiwik, salah satu teman kami menyayangkan situasi yang berkembang ini “Kenapa kita yang harus berpecar dan berpisah, kenapa ga cukup satu orang aja yang pindah supaya keadaan berubah, kenapa malah harus kita?”
Sebetulnya bukan berarti tidak ada jalan sama sekali bagi kami untuk berkembang, tapi ongkos yang harus dibayar mahal sekali. Kami harus menjilat habis-habisan mereka, kami harus rela pulang jam berapapun sampai atsan kami itu rela, kami harus ikhlas menuju kantor pada hari dimana kami dalam keadaan cuti untuk membantu dia memberekan pekerjaan yang tidak bisa dia bereskan, lalu masih ditambah lagi membetulkan sofa rusak yang sama sekali bukan kerjaaan kami.
NO WAY….saya yang harus pindah, darpada saya melakukan itu semua. Saya memutuskan pindah ke unit sebelah, disaat harapan membumbung tinggi, kepindahan saya mendadak batal, alasan kegagalan pindah disampaikan atasan saya sendiri, yaitu karena dia tidak bisa memberikan rekomendasi baik.
Sungguh marah saya mendengarnya, ingin saya melayaninya berperang. Tapi seperti kata orang bijak “it’s like wrestling with a pig: you both get dirty and the pig enjoys it” heheee…ogah ah
Sekali layar terkembang, pantang surut ketepian…kali ini saya mencari tempat baru dengan memakai jalur resmi. Mungkin dia bisa mencari-cari jalan agar mutasi saya gagal, tapi lewat jalur resmi ini jika dia tidak bisa seenaknya. Kami tahu persis, sampai dimana kemampuan dia sebenarnya J
Dan benar, tidak butuh waktu lama bagi saya untuk resmi pindah ketempat baru. Entah bagaimana ekspresi dia saat harus menandatangani form mutasi kerja saya….
Memang semua perumpamaan untuk menggambarkan atasan lama saya ini ga pernah positif (karena memang ga akan pernah bisa, red), tapi kalau mau melihat dari sisi yang lain, sebenarnya semua yang dia lakukan adalah positif buat kami. Dan kami wajib berterimakasih kepadanya, seperti yang sudah lakukan. J
Entah siapa lagi yang pernah bilang “kita sesekali harus berterima kasih kepada setan, karena bahkan setanpun pernah jujur dan berbuat baik meski bukan niatnya begitu, tergantung bagaimana kita mengambil hikmahnya”
Kini, sejak 1 desember lalu saya sudah mulai bekerja ditempat baru, memang saya harus kembali dari nol, tapi ditempat baru setidaknya saya masih optimis, bahwa saya sudah dijalur yang benar dan saya akan berhasil, saya bisa dengan percaya diri lagi menjeput hak saya, Succes is my right…nsya Allah…
Kalau mengingat saya sudah berhasil pindah dari unit kerja saya yang lama, memang benar kata Angel, saya harus bersyukur atas semua nikmatNya ini, begitu juga dengan semua hal pahit yang saya alami disana, semua kesulitan dan masalah itu justru telah membuat saya saya makin kuat dan bijaksana. Gatot kaca aja agar berotot kawat dan bertulang besi,saat masih kecil mesti diceburin dulu disebuah kawah, heheee…
Sudahlah, pokoknya saya berusaha bersyukur saja dengan apa yang saya dapat, terima kasih Allah

2010: I received nothing I wanted, I received everything I needed
2011: I have no resolutions, I have plans…
Selamat tinggal tahun lalu, selamat datang tahun baru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar